Gebrakan Baru! Tujuh Madrasah di Bojonegoro Kompak Padukan Kurikulum Berbasis Cinta dengan Kurikulum Merdeka
Revolusi Kelas Dimulai dari Sini: Tujuh Madrasah Binaan Kemenag Bojonegoro Rombak Kurikulum dengan Sentuhan Cinta
- "Mengenal Lebih Dekat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)" — menjabarkan lima prinsip utama KBC (cinta kepada Allah, cinta kepada Ilmu Pengetahuan, cinta kepada Lingkungan/Alam, cinta kepada diri sendiri dan Sesama, cinta kepada tanah air)
- "Penguatan Kurikulum Merdeka: Fleksibilitas yang Berpihak pada Peserta Didik" — menjabarkan poin teknis seperti CP-ATP, pembelajaran berdiferensiasi, P5, asesmen holistik, dan KOSP

mtsfalakhiyahjampet.sch.id, (07/07/2026) — Semangat pembaruan pendidikan madrasah kembali menggeliat di Bojonegoro. Bertempat di MTs. Falakhiyah pada Selasa, 7 Juli 2026 (kemarin), digelar kegiatan Pembinaan, Review, dan Validasi Kurikulum yang diikuti oleh perwakilan tujuh lembaga binaan Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi madrasah-madrasah di wilayah tersebut untuk menyelaraskan dokumen kurikulum dengan kebijakan terbaru Kementerian Agama, sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan masing-masing.
Tujuh madrasah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain MTs. Falakhiyah selaku tuan rumah, MTs. Mambaul Ulum Wadang, MTs. Asy Syakur Nglingi, MTs. Wasilatul Huda Dukohkidul, MTs. Al Latifiyah Nglingi, MTs. Bahrul Ulum Gayam, dan MTs. Fattahul Huda Katur. Masing-masing madrasah mengirimkan kepala madrasah beserta tim kurikulum untuk mengikuti pembinaan secara intensif sepanjang hari.
Dua Kurikulum, Satu Tujuan: Pendidikan Berkarakter dan Berkualitas
Materi utama yang dibahas dalam kegiatan ini adalah penguatan pemahaman terhadap Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama, serta review menyeluruh terhadap dokumen Kurikulum Merdeka yang telah disusun oleh masing-masing madrasah. Kurikulum Berbasis Cinta ditekankan sebagai pendekatan yang menempatkan nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, dan pembentukan akhlak sebagai fondasi utama proses pembelajaran, sejalan dengan semangat moderasi beragama yang diusung Kementerian Agama.
Sementara itu, proses validasi dokumen Kurikulum Merdeka dilakukan secara mendalam, mencakup pemeriksaan capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, hingga kesesuaian perangkat ajar dengan karakteristik peserta didik di masing-masing madrasah. Para peserta diajak untuk tidak sekadar menyusun dokumen administratif, melainkan benar-benar menghayati filosofi kurikulum sebagai landasan praktik pembelajaran sehari-hari di kelas.
Pengawas Madrasah : Kurikulum Harus Menyentuh Hati
Dalam sambutannya, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Bapak Bambang Eko Supriyadi, M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi antara aspek administratif kurikulum dengan nilai-nilai kecintaan dalam proses pendidikan.
"Kurikulum yang baik bukan hanya kurikulum yang rapi di atas kertas, tetapi kurikulum yang mampu menyentuh hati peserta didik. Kurikulum Berbasis Cinta harus menjadi ruh dalam setiap program yang kita rancang, berpadu dengan fleksibilitas dan semangat merdeka belajar yang ditawarkan Kurikulum Merdeka. Saya berharap tujuh madrasah binaan ini bisa menjadi contoh madrasah yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara karakter," ujar pak BES, sapaan akrab beliau.
Ia juga mengapresiasi kekompakan tujuh madrasah binaannya yang secara konsisten hadir dan aktif mengikuti setiap tahapan pembinaan, mulai dari penyusunan hingga validasi akhir dokumen kurikulum.
Tuan Rumah: Kehormatan Menjadi Tempat Berkumpulnya Semangat Perubahan
Sebagai tuan rumah, Kepala MTs. Falakhiyah, Bapak M. Fauzi, S.Ag., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya untuk menjadi lokasi kegiatan.
"Kami sangat bersyukur dan merasa terhormat MTs. Falakhiyah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan sepenting ini. Semoga apa yang kita bahas hari ini, baik terkait Kurikulum Berbasis Cinta maupun Kurikulum Merdeka, benar-benar bisa diimplementasikan dengan baik, tidak hanya di madrasah kami, tetapi juga di enam madrasah binaan lainnya," kata Pak Fauzi.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara berkala agar mutu pendidikan madrasah di wilayah tersebut semakin merata dan berkualitas.
Peserta: Kegiatan Ini Membuka Wawasan Baru
Salah satu peserta, Kepala MTs. Asy Syakur Nglingi, Bapak Abd. Qosim, S.Pd., turut memberikan testimoninya usai mengikuti kegiatan. Ia mengaku mendapatkan banyak pencerahan terkait cara memadukan dua kurikulum tersebut secara harmonis.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini kadang kami masih bingung bagaimana memadukan antara Kurikulum Merdeka dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ala Kemenag. Setelah mengikuti pembinaan dan validasi hari ini, kami jadi lebih paham arah dan langkah yang harus diambil untuk madrasah kami ke depan," ungkap Pak Qosim.
Menuju Madrasah yang Unggul dan Berkarakter
Kegiatan Pembinaan, Review, dan Validasi Kurikulum ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tujuh madrasah binaan untuk terus berbenah, tidak hanya dari sisi kelengkapan dokumen kurikulum, tetapi juga dari sisi implementasi nyata di ruang-ruang kelas. Melalui sinergi antara Kurikulum Berbasis Cinta dan Kurikulum Merdeka, madrasah-madrasah di Bojonegoro diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berkarakter kuat.
RECAP DOKUMENTASI







Tim Redaksi
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pengumuman kelulusan siswa kelas IX
MTs. Falakhiyah Jampet menorehkan prestasi membanggakan — seluruh 38 siswa peserta ujian dinyatakan lulus pada Tahun Pelajaran 2025/2026 MTs. Falakhiyah Jampet resm
MTs Falakhiyah Umumkan Hasil TKA 2026, Seluruh 38 Siswa Telah di Approved
Madrasah Tsanawiyah Falakhiyah Jampet meraih pencapaian membanggakan dalam Tes Kemampuan Akademik Tahun 2026 dengan Hasil sempurna seluruh peserta. MTs Falakhiyah Jam
